Macam-macam Cara Tes Alergi

Cara tes alergi bisa dijalani oleh semua orang yang mengalami gejala atau reaksi alergi. Tes ini dilakukan untuk mendapatkan informasi lanjut tentang kemungkinan alergi yang dialaminya. Dengan melakukan tes ini, maka bisa diketahui zat apa yang menyebabkan reaksi alergi yang dialami. Sehingga hasil tesnya akan sangat membantu dalam upaya penanganan dan pengobatan pada penderita alergi. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tes ini pun demikian, bisa dilakukan untuk anak-anak maupun orang dewasa. Kecuali jika memang dokter menyarankan untuk tidak melakukan tes dengan alasan tertentu. Secara umum, tes ini akan menunjukkan 3 kemungkinan hasil yaitu positif, negatif, atau abnormal. Ketika zat yang dites pada tubuh memang merupakan zat penyebab alergi, maka hasilnya akan positif. Begitu sebaliknya untuk hasil negatif. Sementara abnormal untuk hasil dalam kasus khusus.

Untuk melakukan tes alergi, harus dilakukan oleh ahlinya atau dokter karena memiliki resiko. Mulai resiko ringan hingga resiko berat yaitu membahayakan jiwa. Maka, jika Anda atau orang-orang terdekat mengalami gejala alergi, segera bawa ke dokter kemudian lakukan konsultasi. Jangan lupa tanyakan apakah perlu untuk dilakukan tes alergi atau tidak. Jika perlu dilakukan tes tersebut, maka akan ada beberapa cara tes alergi yang mungkin akan dilakukan. Apa saja itu? Berikut ini beberapa macam tes alergi:

  • Skin Prick Test atau Tes Tusuk Kulit

Seperti namanya, tes ini dilakukan dengan menusukan alat ke kulit untuk memasukkan alergen yang sudah dioleskan ke permukaan kulit, biasanya lengan bawah. Jadi, proses pertama yaitu melakukan pembersihan pada permukaan kulit kemudian mengoleskan alergen pada permukaan kulit yang sudah disiapkan. Setelah itu, alat yang sudah steril ditusukkan di bagian alergen telah dioles. Maka, jika Anda positif memiliki alergi terhadap alergen yang dicoba, tubuh Anda akan menunjukkan reaksinya seperti memerah dan gatal pada bagain yang sudah ditusuk.

  • Skin Patch Test atau Test

Ini jenis kedua tes alergi yang umumnya dilakukan. Seperti namanya juga, tes ini dilakukan dengan menempelkan alergen pada kulit. Prosesnya yaitu dengan menempatkan alergen pada pad berbentuk lingakaran (semacam plester). Setelah itu, pad ditempelkan ke bagian kulit, biasanya punggung. Lamanya penempelan sebelum ditentukan hasilnya yaitu sekitar 24 sampai 72 jam.

  • Tes Darah

Dua cara tes alergi sebelumnya adalah tes yang dilakukan pada kulit. Cara ketiga ini berbeda, yaitu dengan menggunakan darah atau tes darah. Cara ini terbilang lebih modern dibanding dua cara sebelumnya. Juga resikonya lebih kecil karena pasien tidak perlu bersentuhan langsung dengan alergen. Tes ini memang biasanya dilakukan untuk orang-orang yang yang tidak mungkin melakukan dua cara tes pada kulit. Pasalnya, jika dilakukan bisa beresiko tinggi. Meski begitu, jika Anda lebih ingin melakukan tes jenis ini dibanding dua tes kulit, maka Anda bisa mengonsultasikannya dengan dokter yang menangani.

  • Challange Test

Cara keempat ini adalah yang paling beresiko dibanding cara lainnya. Seperti namanya, tes ini merupakan tes tantangan, yaitu dilakukan dengan memberikan langsung alergen dalam jumlah banyak kepada pasien. Dengan begitu, akan terlihat bagaimana reaksi tubuh terhadap alergen. Meski beresiko, cara ini dianggap sebagai cara yang paling mudah. Namun, jangan sampai melakukan cara tes alergi ini tanpa pendampingan dokter.

Sebelum dilakukannya tes alergi, pasien akan ditanya beberapa hal oleh dokter seperti tempat tinggal dan lingkungannya, pekerjaan dan tempat pekerjaan, kebiasaan sehari-hari, makanan yang biasa dimakan, dan lainnya.Data tersebut penting, salah satunya untuk menentukan alergen yang mungkin akan digunakan untuk tes. Untuk tesnya, bisa dilakukan di berbagai rumah sakit, klinik, atau laboratorium yang memiliki layanan tes alergi. Sementara biayanya bisa bervariasi, salah satunya dipengaruhi oleh tes jenis apa yang dilakukan. Bisa jadi biayanya mulai dari Rp20.000 sampai Rp300.000. Sebelum melakukan tes, Anda bisa berkonsultasi dan bertanya-tanya lebih dahulu.

Khusus untuk pasien anak-anak, perlu diketahui bahwa tidak semua cara tes alergi bisa diterapkan. Tes kulit hanya bisa diterapkan untuk anak usia 3 tahun ke atas. Sementara jika di bawah 3 tahun, maka bisa menggunakan tes darah karena tes darah bisa diterapkan pada semua usia. Nah, tes alergi tentu dilakukan oleh seseorang setelah terjadi reaksi atau gejala alergi. Sementara jika pertama kali menghadapi reaksi alergi hal utama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan melakukan pertolongan pertama. Gejala yang biasanya terjadi yaitu seperti gatal dan sesak nafas. Maka, jika terjadi sesak nafas posisikan pasien pada posisi yang tepat agar proses pernafasan terbantu sambil berusaha membawa pasien ke dokter. Setelah mengetahui penyebab alergi melalui prosedur tes, maka pastikan Anda atau pasien menghindari alergen tersebut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *